Maaf beribu maaf yang
ingin gue lontarkan kepada lo semua readers sejati gue. Niat gue untuk melanjutkan Cerita Hidup Kita
mungkin gue tunda bahkan gue batalkan.
Maaf banget, ini semua bukan
semata-mata gue main-main, tapi memang
karna waktu dan tempat yang kurang bersahabat dengan gue. Mungkin alam tak mendukung proses Cerita
Hidup Kita ini. Jadi... Lo pasti
tau. Cerita Hidup Kita ditiadakan. Maaf gue bikin lo semua yang telah menunggu
dan menunggu Cerita Hidup Kita ini,
bukan lo semua doang yang kecewa,
gue juga kecewa. Mengapa alam
seperti ini? Seakan-akan ia cemburu
kepada diriku yang telah berpaling darinya demi kalian semua. Pasti ada rasa kecewa yang amat mendalam, itu
pasti... Diantara lo semua readers
sejati gue dan terutama diri gue sendiri.
Maaf gue belum bisa jadi yang kalian harapkan, bro.
Gue usahain, kedepannya hal-hal mengecewakan
hati seperti ini tidak akan terjadi lagi kepada lo semua dan diri gue sendiri.
Well, postingan
gue kali ini berhubungan dengan paragraf diatas. Ada yang tau?. Gue yakin enggak ada. Karna udah pada kacau hatinya karna dilanda
rasa kecewa atas paragraf diatas tadi.
Yap, kali ini gue mau ngebahas
Disappointed. Do you know whats the
meaning of disappointed? Ya... Kecewa.
Perasaan yang sangat sangat sangat sangat tidak gue mengerti. Gue
sendiri aja enggak tau cara menjelaskan perasaan ini. Gue emang enggak jago mengungkapkan isi hati
dengan sepenuhnya. Menurut gue
sih, kecewa itu sedih karna sesuatu
yang kita harapkan tidak berjalan atau tidak terjadi sesuai yang kita harapkan. Contohnya,
pernah gue terlalu berharap saat ada Tourist Hunting ke Kota Tua dari
sekolah gue, gue berharap itu bisa jadi
awal moment gue dengan Pratama bisa ngobrol face
to face, berduaan, jalan bareng,
atau hal indah lainnya dengannya.
Gue juga berharap bisa ask something
to tourist in there with him,
cause... Gue pengen lihat
cara dia berbahasa inggris dalam lisannya,
kata-kata bahasa inggris yang keluar dari bibir indahnya itu. Apa gue kalah dan sangat jatuh dibandingkan
dia atau... Gue justru jauh dan sangat
lebih baik dibandingkan dia?. Namun apa
yang terjadi? Gue mau take picture of him aja setengah
mati. Dia sibuk sama 2 temen cewek gue. Cantik-cantik pula. Dari awal Tourist Hunt ampe pulang, dimana ada Pratama pasti ada 2 cewek itu
ngintilin. Gue ngeliatnya aja risih
sendiri. Gue juga sebel sendiri. Oh iya,
itu cemburu namanya. Yeah,
I’m jealous, is that wrong?.
Ya akhirnya gue sadar... Semua yang gue
harapkan dibalas dengan hal itu.
Sakit. Gue kecewa berat hari
itu. Saat perjalanan pulang di bus, gue denger lagu sambil baca komik. Tiba-tiba aja keinget tadi pas di Kota
Tua, bagaimana perasaan gue begitu
sangat kecewa. Gue enggak bisa
mengungkapkannya saat itu. Dan saat itu
untuk pertama kalinya gue ngerasa gagal dan menangis. Menangis karna merasa gagal dan kecewa amat
sangat. Menangis pertama kali
untuknya. Yap itu contoh dari pengertian
dari kecewa yang gue jelasin tadi.
Hmmm... Gue belum
ngantuk. Jadi gue lanjutin lagi nulisnya
ya. Menurut gue, kecewa bukan itu doang sih. Ada lagi.
Kecewa itu perasaan sedih
ketika seseorang membuat janji atau kata-kata yang bermakna untuk dirimu, namun ia mengingkarinya. Yap,
pasti enggak jarang yang sering kena kayak ginian. Apalagi korban PHP. Beeeeh,
eh enggak usah ngebahas PHP.
Takut banyak yang nangis. Cukup
sudah membuat tangisan berarti para readers gue menetes hanya karna rangkaian
kata-kata tolol gue. Contoh dari kecewa
yang barusan gue jelasin itu, gini, setau gue sih... Pratama kayak pernah main Truth or Dare gitu ama si Sensor. Buat yang enggak tau, Truth
or Dare itu permainan anak gaul gitu.
Berawal dari Twitter. Kalau lo
milih Truth itu lo harus jujur
tentang apapun yang ditanyain teman lo,
kalau Dare, lo harus berani nerima tantangan dari teman
lo itu. Ya... Kira-kira si Sensor milih Dare sih kayaknya dan mungkin si Pratama
ngasih tantangan suruh dia nengok gitu... Ciee
so sweet ya? Hehe iya dong. Mereka kan sweet couple in the future. Gue support loh. Sensor udah terlanjur berjanji untuk
melaksanakan tantangan dari Pratama itu.
Namun... Ia tidak menjalaninya. Gue faham sekarang apa yang mereka bicarakan
selama ini di Twitter. Mengapa si
Pratama bilang ‘Sombong... Tinggal nengok doang apa susahnya. Mau sombong-sombongan? Ayo?
Siapa takut?’ dan lain-lainnya seperti membahas hari ataupun yang
lainnya. Jadi mata-mata itu nyakitin
batin juga loh. Untung gue mata-mata
tahan banting. Pantas saja si Pratama
sering nge-tweet di Twitter kayak kecewa-kecewa gitu. Ternyata karna ia melihat seseorang yang
membuat janji kepada dirinya namun diingkari karna suatu alasan. Kasian
ya... Kalau gue jadi dia gue enggak
bakal ingkar janji buat lo dan bikin lo kecewa kok. Sayangnya lo bukan milih gue... Ah udah males gue bahas kayak ginian.
Ada lagi nih arti kecewa menurut gue, the
last arti kecewa yang akan gue jelasin.
Kecewa itu sedih karna melihat sesuatu yang lo udah usaha setengah
mampus buat mendapatkannya, namun lo
hanya mendapat hasil yang segitu-segitu saja atau kurang memuaskan. Langsung ke contohnya aja ya, jadi gue pernah tuh, waktu UN kelas 6 pelajaran Matematika. Gue udah belajar setengah mampus selama 1
minggu lebih dari sebelum UN demi mendapatkan nilai yang paling maximal. Gue berdo’a dan mengaji segiat mungkin demi
mendekatkan diri pada Allah agar lebih dilancarkan saat UN nanti. Saat UN berjalanpun, menurut gue soalnya gampang, gue seneng banget pas UN pelajaran Matematika
sudah berlalu begitu saja. Saat
pengumuman nilai, nilai yang pertama gue
fokuskan adalah Matematika, saat
mendengar nilainya... Ternyata gue
mendapat nilai 7,... Gue udah lupa nilainya.
Anjrit, nyesek banget gue pas
itu. Giliran pelajaran lain, gue tinggi.
Se-oon apakah diri gue?. Gue
mencoba sabar. Namun jelas, rasa kecewa luar biasa saat itu keluar. Gue kecewa berat. Namun karna gue tau gue udah berhasil lulus
dari SD. Gue udah cukup senang dan
perasaan senang itu menimbun sedikit rasa kecewa gue.
Iyap, itu 3 arti
kecewa menurut gue. Ya, mungkin yang anak orang kaya, dan menurut mereka arti kecewa menurut gue
itu gak elite, gue sih bodo amat. Itu gaya gue.
Itu kecewa menurut gue sendiri dan tanpa nyontek sedikitpun ke orang
lain. Mungkin dari lo semua ada yang
punya pengertian tentang rasa kecewa lainnya?
Atau pengalaman kecewa berat yang pernah dialaminya? Atau yang punya keduanya? Selow,
jangan malu-malu ama gue, share
aja semua itu di comment box dibawah!
Keep reading and thanks for reading,
bro!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar