Hello guys, bad to meet you all (again). Haha, ketemu lagi sama gue blogger keren
abiezzzz. Gue juga ketemu lo semua
(lagi) readers sejati gue. Oh iya, gue mau opening postingan kali ini dengan
ucapan terimakasih. Thanks for you all, the true my readers, terakhir gue posting tuh, pengunjung blog gue baru -+ 900-an. Eh pas gue mau ngecek blog lagi, udah 1000-an.
Gue kaget dan langsung histeris.
Gue langsung say thank you to God. Dia yang membuat salah satu harapan gue
‘mempunyai blog yang famous’ dan ‘mempunyai blog dengan readers lebih dari
1000’ terwujud. Dia mengizinkan gue
mencapai harapan gue itu. Gue bersyukur
banget.
Gue juga mau ngucapin
terimakasih kepada kawan-kawan yang udah ngedukung gue ngeblog. Mereka juga ikut membangkitkan semangat gue
yang nyaris luntur untuk mewujudkan salah satu harapan gue itu. Thanks
guys, big love for you all. Orang tua?
Sorry, gue gak bisa bilang
terimakasi ke mereka. Karena
sesungguhnya mereka kurang mendukung gue dalam ngeblog gini. Gue kecewa.
And the last... I want to say big thank you for all my
readers, they help me to prove I can do
it. I dont know what I should to do
without you all. Love. Dengan ini,
gue resmikan. Salah satu impian
atau harapan gue, terwujudkan begitu
saja karena mereka semua. You are so amazing, guys!
Oke, langsung aja.
Setelah gue berpidato dengan kerennya.
Sekarang gue mau langsung menuju apa maksud gue pengen posting ini. Kali ini gue mau posting tentang ‘alasan gue
ngeblog’. Penting gak sih? Wes, jelas penting lah. Kalau lo semua gak tau apa maksud gue, bisa-bisa lo semua salah paham. Gue gak mau hal itu terjadi. Entar gue dicemoohkan hanya karna ‘alasan gue
ngeblog’ yang menurut salah satu atau salah banyak dari lo semua itu
buruk. Entar gue famous gara-gara ‘alasan gue ngeblog’ yang buruk lagi. Maka dengan itu, ini postingan yang mengisikan maksud dari
atau ‘alasan gue ngeblog’. Untuk
meluruskan pemahaman lo semua.
Cita-cita gue jadi
penulis.
Yap, dari kecil gue punya
cita-cita jadi penulis. Novel, komik,
fiksi, atau apapun itu. Intinya penulis. Sebenarnya sih bukan cita-cita terbesar. Namun gue bener-bener pengen jadi
penulis. Gue gak kebayang, dengan pengalaman hidup gue yang membosankan
dan baru sebentar hidup di dunia ini,
apa yang mau gue tulis? Gue
percaya, sebagus-bagusnya tulisan yang diukir (diketik) seseorang dengan kisah
yang tak nyata, tidak akan kalah
hebatnya dengan sebagus-bagusnya tulisan yang diukir dengan kejujuran (asli). Gue percaya itu. Boleh lah,
dikit-dikit ditambah sama cerita yang pengen diungkapkan dalam tulisan
itu tapi gak asli, tapi pasti lebih
bagus kalau tulisan yang berdasarkan fakta nyata. Gue pasti harus nunggu ampe gue dewasa dulu
untuk mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya. Dalam artian,
berarti gue harus nunggu ampe dewasa dulu baru bisa jadi penulis. Oh, Sh*t...
Gue gak tahan. Maka dengan
itu, muncul lah sesosok ide, setiap pengalaman yang menurut gue bisa membuat
orang geli, tertarik, atau bahkan menangis, akan gue tulis dengan mendetail. Loh,
kalau begitu harus nunggu pengalaman itu numpuk dulu dong? Ah gue gak tahan juga. Maka muncul lah lagi sesosok ide baru untuk
mengungkapkannya satu per satu,
bagaimana caranya? Ngeblog. Begitulah cara gue untuk mengungkapkan
pengalaman-pengalaman gue demi mengumpulkannya dan suatu saat gue satukan
sehingga dapat gue bukukan. Fantastic. Makanya gue ngeblog.
Gue orang yang famous
namun terkucilkan.
Ngerti gak? Jadi gini, banyak yang kenal sama gue. Namun orang yang deket sama gue? Gak ada satupun. Seandainya ada, gak lama kemudian dia ketemu temen baru yang
sejenis. Pedih. Apa nyambungnya sama ngeblog? Ya hitung-hitung, gue bisa mencurahkan sedikit (padahal mah
banyak) isi hati gue disini. Ih, isi hatinya banyak yang tau gitu?. Enggak,
kan gue bilang, tidak semua yang ku tulis adalah aku dan
tidak semua yang kau baca adalah kau. Sekalipun menurut lo semua yang gue tulis itu
fakta yaitu berasal langsung dari hati gue,
berarti gue udah jago nulis, bisa
ngebuat lo semua percaya bahwa itu isi hati gue. Berarti gue bohong? Enggak juga,
isi hati sama pengalaman itu emangnya sama ya? Coba lo koreksi lagi. Siapa tau,
si Pratama suka ngebaca blog gue,
terus dia peka kalau nama dia gue samarkan menjadi Pratama, dan dia tau isi hati gue secara perlahan... Makanya gue ngeblog.
Gue pengen lebih famous
dari sekarang.
Gue pengen terkenal dimana-mana.
Semua orang tahu siapa itu Mika.
Bukan Mikha Angelo yang di X-Factor ataupun Mika Tambayong, namun seorang Mika *sensor*. Banyak gue liat berdasarkan buku-buku yang
seorang penulis terbitkan, rata-rata
mereka bilang dibuku mereka itu,
kesuksesan awal mereka berdasarkan dari ngeblog dan banyak yang tertarik
dengan bacaan di blog mereka itu.
Sehingga mereka dapat terkenal begitu saja oleh orang-orang banyak
melalui postingan-postingan mereka itu,
hebat. Tentunya gue juga mau
kayak gitu, karna gue juga mau terkenal
dengan cara yang halal. Makanya gue
ngeblog.
Sensasi hidup. Singkat bukan? Hidup tanpa sensasi akan terasa sangat
hambar. Namun gue tidak menyebutkan
sensai hidup yang berlebihan. Seperti
orang-orang jaman sekarang. Mencari
sensasi yang benar-benar berlebihan ataupun gila, bahkan sudah tak dapat di logika-kan. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai apapun yang berlebihan,
gue pernah baca itu dari suatu hadits. Apa ngeblog bukan termasuk sensasi hidup yang
berlebihan? Coba lo pikir, cuma mengetik rangkaian kata-kata yang
merupakan pengalaman atau isi hati, apa
itu berlebihan?. Bisa aja sih ngeblog
itu disebut sebagai sesuatu yang berlebihan,
ketika kita ngeblog dengan gaya tulis seperti ‘H33y Ket3mU LgY NiCh...’.
Mencari sensasi hidup yang sederhana
namun bermakna, makanya gue ngeblog.
Mengisi waktu luang. Lo termasuk orang yang merugi jika mengisi
waktu yang ada dengan hal-hal yang tidak berguna. Daripada lo sms-an membaha suatu hal yang
tidak penting (gue juga sering begitu kalau lagi pengen sms-an ama
Pratama), facebook-an (dulu gue juga
sering begitu sebelum Pratama ngasih tau jangan buka facebook mulu), twitter-an (sama aja kayak facebook) atau
dengan hal-hal yang gak bermutu. Mending
lo isi dengan hal-hal yang baik dan menghasilkan sesuatu yang dapat memuaskan
diri lo, tentunya dengan cara yang
baik. Atau mungkin, lo bisa sms-an, facebook-an atau twitter-an sambil melakukan
hal yang baik. Dengan cara ngirim
info-info yang berguna ke orang-orang atau lo sekalian google-ing sesuatu atau
update tentang info-info baru di dunia luar.
Bisa aja kan? Kalau gue sih lain
caranya, dengan cara ngeblog. Membagi-bagikan cerita tentang pengalaman
hidup gue yang dapat menghibur orang,
berguna. Makanya gue ngeblog.
Cari duit. Nah ini,
salah satu manfaat terbaik ngeblog.
Meskipun gue belum tau caranya gimana.
Tapi gue yakin, gue pasti bisa
dapat banyak duit dengan cara ngeblog seperti blogger lain. Gue lagi nyari cara biar bisa dapetin duit
lewat ngeblog ini. Kalau gue
ketemu, pasti gue bagi-bagi infonya ke
lo semua kok. Tapi inget... Jangan jadi blogger yang songong atau sombong
ketika lo bisa. Intinya, bisa nyari duit sendiri lewat ngeblog kayak
gini doang, makanya gue ngeblog.
Nunjukkin gaya gue
sendiri.
Pastilah, dengan ngeblog seperti
ini, gue bisa nunjukkin gaya gue
sendiri. Ini loh diri gue, dengan gaya
gue yang seperti ini, tanpa harus
mengikuti gaya yang lain, menciptakan
gaya dengan sejuta sensasi. Gue
begini ngikutin gaya orang lain?
Enggak. Buat apa? Gue bisa menciptakan gaya gue sendiri. Meskipun selalu terjadi Pro dan Kontra
didalam gaya-gaya gue ini. Bener-bener
serasa artis bukan? Terjadi Pro dan
Kontra didalamnya. Tapi mau diapain, ini lah gue.
Kalau gue mau terus-terusan ngikutin gaya orang lain ataupun bergaya
sesuai dengan yang orang lain inginkan,
itu sama aja gue diperbudak oleh gengsi.
Itu bukan gue banget. Toh
gaya-gaya gue masih didalam batasan normal,
tidak berlebihan kayak artis-artis yang suka bikin kontrovesial (gue gak
tau tulisannya gimana), ini lah
gue, yang ingin gue tunjukkan ke
dunia. Jangan takut atau marah jika gaya
lo diikutin ama orang lain (padahal gue sendiri sering). Lo tau artis-artis yang gayanya sering
diikutin orang lainkan? Ya mereka gak
beda jauh sama lo saat itu. Gue juga
lagi ngalamin kok, ada beberapa orang
yang demen banget ngikutin gaya gue. Gue
ngerasa keren aja. Intinya lo jadi
merasa paling keren deh, makanya gue
ngeblog.
Diam-diam membanggakan
orang tua.
Ya, kalau emang gue bisa
terkenal, nyari duit sendiri, bikin gaya hidup sendiri, dan tetap dalam batasan yang sewajarnya, siapa tau,
orang tua gue bangga dengan sendirinya kepada diri gue. Meskipun...
Seperti yang gue bilang sebelumnya,
mereka kurang mendukung gue seperti ini.
Gue mencurahkan isi hati didalam buku atau yang disebut diary yang biasa
dilakukan oleh anak seumuran gue waktu itu aja diomelin habis-habisan, dicaci,
dimaki, dan dibentak-bentak. Namun...
Gue yakin, suatu saat mereka akan
bangga dengan gue yang seperti ini.
Dapat menjadi seorang Mika tanpa pergaulan kotor. Gue yakin.
Makanya gue ngeblog.
Tidak terjerumus
kedalam pergaulan bebas. Lo tau sendiri, pergaulan jaman sekarang kayak apa. Gue aja geli banget ngeliatinnya. Mulai dari rokok yang sudah ada dimulut
mereka dari mereka SD, narkoba yang
sudah mulai mereka mainkan sejak SMP,
bahkan free sex yang sudah
mereka lakukan entah dari umur berapa.
Amit-amit gue mah, jangan sampai
gue terjerumus kedalam hal-hal terkutuk seperti itu. Dengan ngeblog, gue bisa lebih meluangkan banyak waktu
didalam rumah, memikirkan
pengalaman-pengalaman gue dan sibuk mengetik segala pengalaman itu. Sampai-sampai, waktu untuk bermain di luar dengan
orang-orang yang sibuk terjerumus kedalam pergaulan kotor itu. Makanya gue ngeblog.
Ingin seperti mereka. Mereka siapa?
Mereka para penulis yang menginspirasi diri gue. Seperti Raditya Dika, Benazio Rizky Putra, Alitt Susanto, Muhammad Arief, Dwita Sari,
dan penulis-penulis lainnya. Jujur... Gue pengen banget ikut seminar menulis bareng
mereka semua. Entah kapan waktunya, tapi gue pasti bisa ikut seminar menulis
bareng mereka atau salah satu dari mereka.
Darimana mereka menginspirasi diri gue?
Tentunya hanya dari tulisan-tulisan yang mereka terbitkan, mau itu lewat buku mereka, blog mereka,
ataupun social media mereka. Gue
pengen kayak mereka semua, makanya gue
ngeblog.
Gue buktiin, gue bisa. Ini alasan terakhir gue ngeblog. Banyak yang meremehkan diri gue, mungkin karna penampilan gue yang membuktikan
diri gue gak bisa apa-apa. Maka dari itu
mereka semua dengan santainya dapat meremehkan diri gue. Jelas gue gak terima. Gue juga bisa kayak mereka semua, ih...
Ngapain kayak mereka semua. Gue
buktiin gue bisa lebih dari mereka semua.
Mereka yang punya cita-cita sebagai penulis ataupun yang bukan. Gue buktiin gue bisa ngelebihin lo semua.
Liat aja. Makanya gue ngeblog.
Ayo
ngeblog, manfaatnya gak sedikit
kok. Banyak yang bisa lo hasilkan lewat
ngeblog. Jadi blogger simple yang keren
aja. Jangan jadi blogger yang cuma
ngikut-ngikut orang doang. Hoeeeek, itu jijik.
Ceritakan semua yang ada di otak lo ataupun yang ada di dalam hati
lo. Menarik atau enggaknya, seenggaknya lo udah usaha. Gak ada yang sia-sia kalau diawali dengan
niat yang baik. Percaya sama gue, lo bakal ngerasa paling keren diantara yang
paling keren kalau udah jadi blogger. Apalagi
kalau blogger lo udah terkenal, udah
gitu lo sukses. Beh... Mantap. Mereka
bilang aku ini berlebihan, menurut
ku, ini latihan menulis. Jangan
takut dibully orang yang tidak-tidak,
namanya artis, pasti selalu
terjadi Pro dan Kontra. Buktiin aja lo
gak seperti apa yang mereka katakan.
Keep calm and Say hello and say ‘I Love you’ to all your haters. Siapa yang punya pengalaman ngeblog
lainnya? Silahkan share it on comment
box dibawah ini! :D. Ini kata-kata yang
menginspirasi gue dari salah satu seorang teman gue yang namanya Nurul, sedikit gue ubah sih, Life...
Live it... Share it!. Keep ngeblog and keep reading on my
blog, thanks, guys!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar