Lanjutan
dari sepotong novel (lebih tepatnya cerbung) yang lagi gue buat, bakal gue lanjutin sejarang mungkin. Biar lo semua semakin penasaran setengah
mampus, lalu bolak-balik cek-in blog
gue. Pas
lo liat ternya gak ada, lo malah baca
postingan yang lain. Gue licik. Terimakasih lo mau punya perasaan kepada
cerita-cerita tolol yang gue buat.
Seenggaknya itu ngebuktiin kalau lo sayang sama gue kan? Iya kan?
Pasti iya. Maaf kalau gue sering
ngecewain lo semua, mengingkari
janji-janji manis yang kita buat...
Lah? Gue kenapa? Salah siapa?
Ada apa? SBY LDR-an sama
Agnes?.
Oke, kali ini gue akan ngebahas tentang
Beatbox. Yang merupakan salah satu
cita-cita tertinggi gue, Beatboxer
nasional bahkan Internasional,
amin. Pasaran? Gampang?
Susah banget? Ah itu sih derita lo semua.
Beatbox
itu.... Ya beatbox. Beatbox adalah B-E-A-T B-O-X. Beatbox dibaca Bitboks. Beatbox...
Seharusnya lo menghentikan kegilaan tidak jelas yang gue perbuat. Bukannya malah ikut terbawa gila juga.
Udah
jalan 1 bulan gue kenal sama si Beatbox ini.
Artinya gue sudah PDKT sama dia selama 1 bulan. Wow bukan?
Gue dapat bertahan bersama hal-hal yang menyusahkan diri sendiri seperti
ini. Sebenarnya daridulu gue udah mau
PDKT sama si Beatbox dan berhubungan
dengan lancar bersamanya, namun, karna gue masih terlalu bocah untuk memahami
itu, gue jadikan itu angan-angan semata
yang tertinggi dan sangat sulit untuk diraih.
Pertama
kali kenal dan berniatan sungguh besar untuk berlatih Beatbox tuh dari si
@Sandyapriyudas ini. Dia Om Ganteng yang
KATANYA sih mau ngajarin gue. But, where is all his promise? Dia php-in gue. Gue juga (SEDIKIT) belajar dari dia, sih. Inget,
SEDIKIT!. Gue belajar lebih banyak kepada Youtube. Jadi gue belajar dari video-video yang dibuat
oleh suatu kumpulan anak Beatbox di Jakarta yaitu Jakarta BeatboxClan. Jadi tuh disitu tutorialnya jelas, mulai dari 1-1000, banyak banget? Gak lah bego,
gue bohong maksutnya becanda.
Jelas
banget disitu tutorialnya, jadi disitu
kalau kita belum faham, si Youtube rela
menunggu dengan sabar sampai gue bisa.
Yap, terkadang Youtube lebih
setia dibandingkan pacar didunia nyata.
Makanya, mending lo putusin pacar
lo didunia nyata yang sekarang. Terus
jadian sama Youtube. Gak masalah lo mau
jadi yang ke sekian juta simpenannya,
intinya dia setia kok. Loh, kenapa gue jadi gini?. Gue emang suka gugup kalau depan lo
semua.
Awalan
yang gue tau dari Beatbox yaitu mengucapkan huruf B, T, dan
K. Perlukah kalian mendapatkan penjelasan
dari CALON (amin) senior seperti gue?. Jujur aja, gue juga baru belajar B, T, K. Masalah gitu?.
Oke, gue kasih penjelasan B, T, dan
K nya aja (karna emang cuma tau itu).
Ini permulaannya. Asal lo tau,
semua kelancaran pada Beatbox itu berawal dari sini, ini gue
lagi so tau, jadi suka-suka gue mau
gimana. Pertama kita ucapkan B, gampang kok (gue aja belum bisa ampe
sekarang) jadi lo tau kan drum yang dimainkannya dengan cara diinjek gitu? Gue gak tau namanya apa. Intinya itu. Kalau kita mainnya, bunyinya akan seperti BE namun tanpa E, hanya B. Ngerti gak? Gak?
Usaha sana. Yang kedua, T. Itu
kayak apa gitu, gue lupa. Pokoknya bunyinya itu kayak TE tanpa T. Gitu-gitu aja. Bodo amat.
Yang terakhir... K. Huruf yang
menurut gue paling susah. Jadi lu harus
ngomong KA namun tanpa A jadinya K.
Setelah udah bisa, itu harus
ditarik nafas sambil ngomong K. Gue bisa
sih, tapi gak nyaring bunyinya. Gue pengen berkonsultasi sama si Om Ganteng
itu. Namun... Waktu tak mengizinkan kita untuk berlatih
bersama.
Beatbox bukan cuma
paduan huruf gini-gini doang kok. Lo
bisa ngikutin suara-suara dialam,
seperti helikopter, mobil
balap, vespa, sampai suara kecoak hamil diluar nikah. Free!.
Belajarnya juga harus tekun tentunya.
Gue lagi belajar Helikopter effect sekarang, dengan membunyikan TEBE terus menerus tanpa E
dan dengan tempo yang sudah ditentukan.
Gue pernah nyoba. Masih buruknya
aja, udah lumayan kedengerannya. Asah aja terus, entar juga tajam dengan sendirinya.
Intinya gitu aja
deh, gitu aja gimana? Gue juga gak tau. Jangan salahkan ibu yang mengandung, salahkan gue yang menulis. Loh?. Gue lagi laper jangan diganggu atau lo yang
akan menjadi santapannya. Beri aku
makanan maka kau akan aman.
Gue serasa terlahir
kembali lagi, lagi, dan lagi ketika bersama Beatbox. Banyak yang bilang ‘Like a stupid people’, ‘Kurang
kerjaan’, ‘Gak jelas’, ‘Gaya-gaya-an’ and more. Awalnya gondok
setengah mampus denger mereka ngomong gitu.
But... I remember when I in them
position. Gue jua mengatakan hal
yang sama. Why? Karna gue belum
menemukan sensasi yang Aduhai dari
Beatbox itu sendiri. Gue faham betul apa
yang mereka rasakan. Tapi tetep aja gue
gak tinggal diam, gue terus memberi
mereka pancingan untuk ikut merasakan sensasi Amazing dari Beatbox ini.
Gagal? Try again! Gagal lagi? Try
harder! Sampai mereka betul-betul
terhasut dalam Beatbox ini.
Why
am I can feel was born again when I with Beatbox? Bro,
gue kasih tau singkatnya aja nih,
Beatbox itu menciptakan lagu hanya dengan huruf. Bukan dengan kata atau kalimat. Ah,
ribet ngafalinnya gitu mah.
Nih, gue tunjukkin alat baru buat
lo menciptakan lagu dengan sensasi indah didalamnya hanya dengan huruf, Beatbox,
man. Bahkan dari B, T,
dan K yang tadi aja, lo bisa
ciptain lagu. Seandainya lo udah
bisa. Lo tinggal mainin kayak B, T,
K, T, B,
T, K,... . Atau mau cari acakan huruf yang lainnya agar
sensasi Beatboxnya lebih berasa?
Silahkan. Tidak ada Undang Undang
atau Peraturan dalam Beatbox.
Ayo, hidupkan musik-musik Beatbox di
Indonesia. Daripada lo ngikutin boyband or girlband yang mengajarkan
anak SD dan SMP menjadi labil? Mending
lo denger suatu musik yang dapat memberikan lo sensasi Aduhai. Ayo rangkai
huruf-huruf yang kau suka menjadi sebuah lantunan lagu yang
meng-asyik-kan!. Hidupkan musik-musik
bertaraf interanasional namun mudah dipahami dan dimainkan. Hidupkan musik singkat yang membuat telinga
kalian bergoyang. Kalau susah, coba aja terus, pasti bisa kok. Enjoy but
seriously. Try, try, try,
and try! I support in you and you
support in me. Keep youre spirit for
learn more about Beatbox. Beatbox...
Live it... Love it!. I love
Beatbox. Keep calm and stay love Beatbox.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar