Kamis, 21 Maret 2013

Gue ini Seorang Pangeran!


           
          Entah kenapa,  ini yang gue rasakan.  Gue selalu berasa mempunyai jiwa seorang Pangeran.  Mengapa?.  Gue juga enggak tau kenapa.  Tapi jangan berfikir,  gue seperti orang yang punya kelainan pada mental kejiwaannya.  Ini sedikit kata-kata yang mendefinisikan diri gue secara lebih rincinya,  mungkin (masih mungkin) ada beberapa dari diri lo semua yang pengen tau ‘Si Mika itu gimana sih?’ ‘Gimana ya dia orangnya?’  atau yang lebih ekstrim (dengan ekstra keras) ‘Atau jangan-jangan dia punya mata di dekat mulut,  dan tumbuh kumis ditelinganya?’  Tidak perlu difikirkan,  inilah gue:

            Gue seorang Pangeran,  terkadang gue menjadi pemberani,  terkadang juga gue menjadi seseorang yang penakut,  tetapi gue lebih memilih jalan untuk;  berani didalam hal yang gue takuti.
            Gue seorang Pangeran,  gue selalu terlihat lemah dihadapan wanita.  Terkadang,  jika mereka menyerang gue secara tidak jelas atau memang karna mempunyai dendam pada diri gue,  gue rela mereka kalahkan diri gue.  Bukan karna gue tidak bisa melawan serangan dari mereka,  tapi karna gue selalu menghormati dan menjunjung tinggi seorang wanita,  memperlakukan wanita layaknya seorang Putri.
            Gue seorang Pangeran,  Pangeran yang tidak hanya bisa mengucapkan segala sesuatu yang bersifat ‘omong kosong’ aja.  Gue selalu menyertai omongan-omongan gue dengan usaha dalam dunia nyatanya.  Meskipun terkadang tidak maksimal.  Tapi,  gue tidak pernah mengucapkan hal yang hanya menjadi ‘omong kosong’ aja.
            Gue seorang Pangeran,  Pangeran yang lemah ketika berhadapan dengan orang yang ia suka.  Mungkin memang rata-rata seorang Pangeran itu tangguh,  namun satu hal yang pasti dimiliki oleh semua Pangeran  yang sama seperti gue,  terlihat lemah dihadapan orang yang gue suka.
            Gue seorang Pangerann,  Pangeran yang tangguh.  Tangguh bukan hanya dalam hal pe-perang-an saja,  namun juga tangguh dalam menghadapi segala masalah hidup yang datang kepada diri gue.  Gue tangguh ketika sebuah masalah dan perlawanan datang kepada diri gue.
            Gue seorang Pangeran,  selalu memegang omongannya.  Jika gue berkata ‘Ya,  aku mencintaimu,  rakyat ku.’  Hal itu akan selalu gue pegang.  Apalagi jika gue mengatakan ‘Aku mencintaimu.’  Bisa kalian pegang omongan gue itu.  Trust me dulu tentunya.  Wanita-wanita di luar Istana sana akan sadar,  bahwa masih ada Pangeran Modern yang selalu memegang omongannya.
            Gue seorang Pangeran,  yang selalu berusaha jujur dalam segala hal.  Sekalipun itu hal akan membahayakan diri gue sendiri?  Ya.  Karna itu hal yang dilakukan oleh kebanyakan Pangeran-Pangeran.  Bukan karna terlahir sebagai Pangeran,  ini memang asli sifat jujur gue.  Berusaha untuk tetap jujur dalam segala hal dan dalam keadaan apapun.
            Gue seorang Pangeran,  karna sebuah negara membutuhkan seorang Pangeran yang bagus,  tentunya Pangeran itu harus rajin beribadah.  Jaman sekarang mana ada Pangeran rajin ibadah?.  Selalu beribadah dengan benar.
            Gue seorang Pangeran,  Pangeran yang bijaksana.  Setiap wanita-wanita dikerajaan tertentu,  pasti selalu menginginkan seorang Pangeran yang bijaksana dan tidak labil.  Mana ada seorang Putri mau mempunyai Pangeran yang labil.  Maka,  gue selalu bijaksana dalam melakukan segala hal.
            Gue seorang Pangeran,  yang humoris tentunya.  Seorang Putri pastinya tidak ingin mempunyai seorang kekasih yang terlalu romantisnya terlalu berlebihan,  kesannya seperti mas-mas warung yang alay.  Seorang Putri tetap membutuhkan hiburan dari kekasihnya.  Gue bukan orang humoris yang garing.
            Gue seorang Pangerang,  yang romantic tentunya.  Kalau seorang Pangeran yang overdosis dalam hal humoris,  sang Putri akan merasa kekasihnya telah gila tentunya.  Gini-gini gue romantis loh.  Gue selalu perhatian kepada wanita-wanita yang gue anggap seorang Putri milik gue.  Romantis dan Perhatian kepada para wanita-wanita yang ada disekeliling gue.
            Gue seorang Pangeran,  yang tidak merokok.  Wow, jaman modern gini,  sangat jarang ditemukan seorang Pangeran tidak merokok.  Tapi gue tau,  jika gue merokok,  itu dapat membunuh keluarga gue kelak.  Maka gue dengan bijak memutuskan, gue benar-benar positif tidak merokok.
            Gue seorang Pangeran,  yang tidak pernah mengingkari janji.  Gue seorang pangeran yang akan selalu memegang janjinya.  Bukan seperti orang-orang kampung yang bermain judi,  ketika kalah,  dia meninggalkan janjinya untuk membayar kekalahannya itu. Sekali gue membuat janji,  gue tidak akan mengingkarinya.
            Gue seorang Pangeran,  yang sederhana.  Pangeran sederhana?  Hah?! Jaman getooh?  Jaman aja kali.  Gue enggak suka berlebihan dalam hal apapun.  Karna berlebihan itu lebay.  Gue ini hanya Pangeran yang berkehidupan cukup atau sederhana.
            Gue seorang Pangeran,  sayangnya,  gue seorang pangeran yang egois.  Egois dalam hal apa?  Dalam hal percintaan misalnya,  gue selalu tidak ikhlas jika kekasih gue atau lebih tepatnya lagi,  orang yang gue taksir,  tersenyum dan tertawa karna orang lain.  Gue sangat tidak ikhlas,  gue egois?  Memang.  Gue suka mengatur orang,  tapi ketika diatur?  Gue akan sangat marah besar.  Egois?  Memang.  Apalagi?  Hanya dalam hal itu gue egois,  selebihnya?  Gue selalu bersikap bijaksana.  Gue hanya sedikit egois.
           
            Cukup segitu deh yang gue jelasin,  tentang sifat-sifat ke-Pangeran-an yang gue milikin,  selebihnya?  Lo cari tau aja deh sendiri.  Setelah gue menjelaskan semua itu,  apa akan ada seorang Putri dari luar Istana gue,  datang ke Istana gue,  memberi hormat,  dan mau menerima gue apa adanya seperti ini dan menjadi kekasih se-hidup se-mati dengan Pangeran sederhana namun kaya akan cinta seperti gue?.  Misalnya si Pratama datang gitu minta gue jadi kekasih seumur hidupnya?  Yah...  Seperti didongeng-dongeng sebelum tidur gitu,  indah memang,  namun semuanya bergerak menjadi nyata,  kapan?  Gue seorang Pangeran,   berharap secepatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar