Entah kenapa, ini yang gue rasakan. Gue selalu berasa mempunyai jiwa seorang Pangeran. Mengapa?. Gue juga enggak tau kenapa. Tapi jangan berfikir, gue seperti orang yang punya kelainan pada mental kejiwaannya. Ini sedikit kata-kata yang mendefinisikan diri gue secara lebih rincinya, mungkin (masih mungkin) ada beberapa dari diri lo semua yang pengen tau ‘Si Mika itu gimana sih?’ ‘Gimana ya dia orangnya?’ atau yang lebih ekstrim (dengan ekstra keras) ‘Atau jangan-jangan dia punya mata di dekat mulut, dan tumbuh kumis ditelinganya?’ Tidak perlu difikirkan, inilah gue:
Gue seorang Pangeran, terkadang gue menjadi pemberani, terkadang juga gue menjadi seseorang yang
penakut, tetapi gue lebih memilih jalan untuk; berani didalam hal yang gue takuti.
Gue seorang Pangeran, gue selalu terlihat lemah dihadapan
wanita. Terkadang, jika mereka menyerang gue secara tidak jelas
atau memang karna mempunyai dendam pada diri gue, gue rela mereka kalahkan diri gue. Bukan karna gue tidak bisa melawan serangan
dari mereka, tapi karna gue selalu
menghormati dan menjunjung tinggi seorang wanita, memperlakukan wanita layaknya seorang
Putri.
Gue seorang Pangeran, Pangeran yang tidak hanya bisa mengucapkan
segala sesuatu yang bersifat ‘omong kosong’ aja. Gue selalu menyertai omongan-omongan gue
dengan usaha dalam dunia nyatanya.
Meskipun terkadang tidak maksimal.
Tapi, gue tidak pernah
mengucapkan hal yang hanya menjadi ‘omong kosong’ aja.
Gue seorang Pangeran, Pangeran yang lemah ketika berhadapan dengan
orang yang ia suka. Mungkin memang
rata-rata seorang Pangeran itu tangguh,
namun satu hal yang pasti dimiliki oleh semua Pangeran yang sama seperti gue, terlihat lemah dihadapan orang yang gue
suka.
Gue seorang Pangerann, Pangeran yang tangguh. Tangguh bukan hanya dalam hal pe-perang-an
saja, namun juga tangguh dalam
menghadapi segala masalah hidup yang datang kepada diri gue. Gue tangguh ketika sebuah masalah dan
perlawanan datang kepada diri gue.
Gue seorang Pangeran, selalu memegang omongannya. Jika gue berkata ‘Ya, aku mencintaimu, rakyat ku.’
Hal itu akan selalu gue pegang. Apalagi
jika gue mengatakan ‘Aku mencintaimu.’
Bisa kalian pegang omongan gue itu.
Trust me dulu tentunya. Wanita-wanita
di luar Istana sana akan sadar, bahwa
masih ada Pangeran Modern yang selalu memegang omongannya.
Gue seorang Pangeran, yang selalu berusaha jujur dalam segala
hal. Sekalipun itu hal akan membahayakan
diri gue sendiri? Ya. Karna itu hal yang dilakukan oleh kebanyakan Pangeran-Pangeran. Bukan karna terlahir sebagai Pangeran, ini memang asli sifat jujur gue. Berusaha untuk tetap jujur dalam segala
hal dan dalam keadaan apapun.
Gue seorang Pangeran, karna sebuah negara membutuhkan seorang
Pangeran yang bagus, tentunya Pangeran
itu harus rajin beribadah. Jaman
sekarang mana ada Pangeran rajin ibadah?.
Selalu beribadah dengan benar.
Gue seorang Pangeran, Pangeran yang bijaksana. Setiap wanita-wanita dikerajaan
tertentu, pasti selalu menginginkan
seorang Pangeran yang bijaksana dan tidak labil. Mana ada seorang Putri mau mempunyai Pangeran
yang labil. Maka, gue selalu bijaksana dalam melakukan
segala hal.
Gue seorang Pangeran, yang humoris tentunya. Seorang Putri pastinya tidak ingin mempunyai
seorang kekasih yang terlalu romantisnya terlalu berlebihan, kesannya seperti mas-mas warung yang
alay. Seorang Putri tetap membutuhkan
hiburan dari kekasihnya. Gue bukan
orang humoris yang garing.
Gue seorang Pangerang, yang romantic tentunya. Kalau seorang Pangeran yang overdosis dalam
hal humoris, sang Putri akan merasa
kekasihnya telah gila tentunya.
Gini-gini gue romantis loh. Gue
selalu perhatian kepada wanita-wanita yang gue anggap seorang Putri milik
gue. Romantis dan Perhatian kepada
para wanita-wanita yang ada disekeliling gue.
Gue seorang Pangeran, yang tidak merokok. Wow, jaman modern gini, sangat jarang ditemukan seorang Pangeran
tidak merokok. Tapi gue tau, jika gue merokok, itu dapat membunuh keluarga gue kelak. Maka gue dengan bijak memutuskan, gue
benar-benar positif tidak merokok.
Gue seorang Pangeran, yang tidak pernah mengingkari janji. Gue seorang pangeran yang akan selalu
memegang janjinya. Bukan seperti
orang-orang kampung yang bermain judi,
ketika kalah, dia meninggalkan
janjinya untuk membayar kekalahannya itu. Sekali gue membuat janji, gue tidak akan mengingkarinya.
Gue seorang Pangeran, yang sederhana. Pangeran sederhana? Hah?! Jaman getooh? Jaman aja kali. Gue enggak suka berlebihan dalam hal
apapun. Karna berlebihan itu lebay. Gue ini hanya Pangeran yang berkehidupan
cukup atau sederhana.
Gue seorang Pangeran, sayangnya,
gue seorang pangeran yang egois.
Egois dalam hal apa? Dalam hal
percintaan misalnya, gue selalu tidak
ikhlas jika kekasih gue atau lebih tepatnya lagi, orang yang gue taksir, tersenyum dan tertawa karna orang lain. Gue sangat tidak ikhlas, gue egois?
Memang. Gue suka mengatur
orang, tapi ketika diatur? Gue akan sangat marah besar. Egois?
Memang. Apalagi? Hanya dalam hal itu gue egois, selebihnya?
Gue selalu bersikap bijaksana. Gue
hanya sedikit egois.
Cukup
segitu deh yang gue jelasin, tentang
sifat-sifat ke-Pangeran-an yang gue milikin,
selebihnya? Lo cari tau aja deh
sendiri. Setelah gue menjelaskan semua
itu, apa akan ada seorang Putri dari
luar Istana gue, datang ke Istana gue, memberi hormat, dan mau menerima gue apa adanya seperti ini
dan menjadi kekasih se-hidup se-mati dengan Pangeran sederhana namun kaya akan
cinta seperti gue?. Misalnya si Pratama
datang gitu minta gue jadi kekasih seumur hidupnya? Yah...
Seperti didongeng-dongeng sebelum tidur gitu, indah memang,
namun semuanya bergerak menjadi nyata,
kapan? Gue seorang Pangeran, berharap secepatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar