Melihat perkembangan per-film-an di
Indonesia. Hati gue semakin
teriris. Miris. Kenapa? Lo bisa liat dari film yang paling mainstream ditayangkan, yaitu Sinetron. Buat yang enggak punya Tv, sinetron itu
sinema elektronik, jadi semacam film
pendek yang diulang berkali-kali dan terlalu di dramatisir atau
meng-ada-ada-saja. Sinetron itu
mengajarkan kita untuk hidup berlebihan,
ibaratnya kalau dia bisa ngomong tuh,
kayak gini,
‘Hai anak indonesia, mari mulai dari sekarang kita hidup
berlebihan! Ayo, hidup berlebihan!’
Kurang lebih seperti itu.
Film horor di Indonesia juga sama
aja. Enggak ada yang beres. Berbanding 180 derajat sama film horor luar
negeri. Setan yang ditampilkan juga
masih elite luar negeri. Ambil contoh Vampire dia sesosok setan yang biasanya sih diperanin laki-laki
memakai jubah hitam dan merah, kulitnya
bersinar bagai permata dan sangat mulus,
seperti bangsawan dan titik ke-serem-an-nya cuma ada ditaringnya yang
seram. Sedangkan di Indonesia? Setan laki-laki ini kalau di Indonesia
disebut Pocong. Apa kerennya
pocong? Hanya seikat mayat dengan kain
kafan yang udah buluk, kulitnya udah
pecah-pecah, terkelupas dan keluaran
darah, itu bukan nyeremin, tapi nge-jijik-in banget. Gue sebagai rakyat sejati Indonesia, ingin memajukan per-film-an di
Indonesia. Kebetulan gue orang yang
kreatif, banyak ide-ide bagus untuk
membuat film. Kenapa enggak bikin film? Gue cuma butuh... Dana.
Ini beberapa good ideas from me:
1.
Horor
-
Misteri
lemari Zulfiqor.
Ya, mungkin memang judulnya kurang menarik, gue memang lemah dalam pemilihan judul. Tapi tenang saja, walaupun judul jelek, isi filmnya tetap lebih keren dari film horor
jaman sekarang kok.
Jadi
ceritanya begini, Zulfiqor itu nama
sebuah kelas di salah satu sekolah.
Kelas itu hanya di huni oleh 9 murid.
Karna mereka angkatan pertama.
Karna kelas lumayan besar dan hanya dihuni oleh 9 murid,
kelas itu sangat sepi ketika beberapa anak sedang jajan atau keluar
kelas. Kelas itu di duga berangker sama
anak-anak, karna tiap kelas lagi
sepi, ada suasana berbeda dari kelas
itu.
Salah
satu murid bernama Rama, dia sedikit
agak culun gitu, dan selalu habis
terbantai oleh kawan-kawannya. Dia
pernah disuruh masuk kedalam lemari yang ada di kelas itu. Dia sudah berusaha menolak, tapi apa daya, dia tidak bisa melawan. Dia masuk kedalam situ, dan di-kunci-in sama teman-temannya. Teman-temannya asik bermain, sedangkan si Rama tetap berada didalam
lemari, ternyata mereka lupa akan Rama. Rama terkunci 1 harian penuh didalam
lemari, dia merasakan ada yang aneh saat
malam hari. Kelas seperti ada yang
menghuni seorang lelaki bertubuh kecil. Lelaki
itu tidak mau menampakkan mukanya kehadapan Rama. Dia hanya duduk di salah satu bangku
siswa, Rama hanya bisa melihat dari
bolongan kecil di lemari. Esok
harinya, kawan-kawannya meminta maaf
sebesar-besarnya kepada Rama dan keluarganya karna mereka terlalu berlebihan. Rama menceritakan apa yang terjadi
semalam. Rama dan kawan-kawannya pun
menyelidiki siapa itu. Saat malam mereka
melihat kedalam kelas melalui toilet didekat kelas mereka. Saat mereka lihat... Ternyata itu... Satpam
sekolah mereka yang enggak punya rumah dan biasa tidur dikelas mereka. Amanatnya itu tentang, jangan mau punya satpam yang enggak punya rumah. Menarik bukan?.
2.
Asal-usul.
-
Dicta
seringinem.
Jadi
ada seorang gadis beranam Dicta Seringinem.
Jadi dia itu gadis culun yang suka jaga warung yang datang dari masa
lalu. Ceritanya tuh dia orang yang polos
banget, tiap salah, dia langsung jongkok, tangan disatukan seperti nari tor-tor lalu
berkata ‘Ampun, ndoro!’ setiap mau makan
juga, makanan dia remes-remes dulu ampe
kayak bubur, terus dia letakkan
dilantai, sambil bilang ‘meoong...’ ini orang apa kucing?.
Tiba
saatnya dia menjadi bos, ketika
itu, salah satu konsumen perusahaannya
kecewa sama produk milik perusahaannya,
sambil ngomel-ngomel, konsumen
itu bilang ‘Gimana sih! Cacat bange!’
dengan polosnya, Dicta berkata
‘Ampun, ndoro!’ sambil melakukan gerakan anehnya.
Saat
makan malam, Dicta iseng menanamkan
tulang ikan mas yang baru saja dia makan.
Keesokkannya, ada kolam dengan
ikan mas didalamnya. Enggak jelas? Suka-suka gue, gue sutradaranya. Dicta bingung. Dengan polosnya ikan itu dia goreng
lagi. Setelah selesai makan, dia tanam lagi duri ikan mas itu tanah, berharap esok ada lagi ikan, agar dia dapat makan gratis. Keesokkan harinya, bukannya menjadi kolam dengan ikan mas, tapi justru berubah menjadi danau toba. Dengan pulau samosir ditengah-tengahnya.
Dicta
kaget. Dicta terpukau. Dicta kampungan. Dicta mencari-cari, tulang ikan mas kemarin itu menjadi apa. Ternyata,
tulang ikan mas itu berubah menjadi seseorang laki-laki yang suka
nyolong ikan dan durhaka sama ibunya.
Laki-laki itu bernama MalingIkan.
Ibunya MalingIkan sudah terlalu kesal sama si MalingIkan, akhirnya si MalingIkan itu dikutuk, saat pengutukkan berlangsung, ada suara petir, dan si MalingIkan berteriak ‘Tidaaaak!’. Akhirnya dia berubah menjadi sebuah gunung
yang berbentuk seperti perahu terbalik.
Dicta
kaget lagi. Dicta terpukau lagi. Dicta tetap kampungan. Dia sekararang menanamkan biji kacang hijau
dengan maksut ingin bercocok tanam.
Keesokan harinya, kacang hijau
itu justru salah kawin ama tumbuhan, ia
menghasilkan timun perunggu. Saat timun
itu dibuka oleh Dicta, ternyata isinya
Keong Perak. Entah si kacang hijau itu
kawin sama spesies apa. Sampai-sampai
keturunannya seperti ini.
Akhirnya
Dicta sadar. Kalau dunia yang dia
tempati itu selalu berakhir ajaib.
Akhirnya dia sadar kalau dia suka kaget.
Akhirnya dia sadar kalau dia mudah terpukau. Akhirnya dia sadar kalau dia itu kampungan
banget. Akhirnya dia sadar, Jokowi itu gubernur Jakarta. Amanatnya itu
tentang, dalam hidup itu selalu ada
keajaiban yang kita tidak ketahui kapan kedatangannya. Menarik bukan?.
3.
Sinetron
-
The
hura-hura group.
Idih, judulnya nge-geli-in-banget-sih? Masih mending, daripada Masih Di Bawah Umur? Baru juga SMP. Udah bisa ciuman, pegangan tangan, pacaran,
segala macam yang seharusnya enggak dilakuin anak SMP.
Jadi
ini menceritakan tentang 5 orang pahlawan.
Tunggu! Sebelum gue melanjutkan
kisah cerita ini, gue harus meluruskan
tanggapan lo semua dulu! Ini bukan
menjelaskan tentang pahlawan di Tutur Tinular ataupun pahlawan-pahlawan enggak
jelas lainnya.
Kisah
ini menceritakan tentang pahlawan modern yang bahkan HP nya aja BB. Nama-nama pahlawan itu:
-The freak man
-Silauman snake
-He is a Blinded from Kolong Jembatan
-Ulala princess
-Kecoak women
Jadi
ini menjelaskan tentang sekelompok pahlawan yang bergengsi tinggi. Mereka bersahabatan sejak kecil. Saat perang dunia ke VII, mereka semua ikut bergabung dalam
peperangan. Namun sangat disayangkan, saat perang,
si Kecoak Women tidak bisa bergabung,
dia akan dimasukkan ke dalam pesantren oleh kecoaktuanya (orangtua, tidak,
itu salah, ini bukan orang,
tapi kecoak). The Freak Men tidak
bisa ikut, karna kolor keberuntungannya
lagi jemur (apa hubungannya sama kolor?
Aneh. Namanya juga The Freak
Men). Mereka semua sedih, sehingga saat peperangan, mereka tidak mengeluarkan tenaga yang
maksimal. Akhirnya negara merekapun
terbantai begitu saja. Kolor si The
Freak Men sudah kering... Bersambung. Amanatnya
itu tentang persahabatan yang erat gitu deh.
Menarik bukan?.
Loh, loh,
loh, kok begetooo? Namina oge
sinetron. Namanya juga sinetron.
Itu
adalah beberapa good ideas from me, setelah
gue baca-baca, anjrit, ternyata itu the tolols ideas. Tapi gue
tetap bangga dengan karya gue.
Seenggaknya gue bisa jadi anak muda berkarya. Setelah gue
pikir-pikir, pasti banyak yang
enggak suka atau enggak setuju sama ide gue.
Karna semua itu tolol. Tapi gue
tetap bersemangat untuk membuat ide-ide itu nyata. Gue ngambil inti dari ini semua; seorang
produser atau sutradara, tidak peduli
apa kata orang tentang tanggapan bagaimana film yang mereka buat. Mereka sudah terlanjur bangga dengan karya
mereka dan benar-benar ingin membuat film itu tayang. Namun,
banyak yang harus difikirkan ulang ketika kita membuat suatu film, tentang,
apakah film itu bermutu atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar