Jumat, 22 Maret 2013

Film



            Melihat perkembangan per-film-an di Indonesia.  Hati gue semakin teriris.  Miris. Kenapa?  Lo bisa liat dari film yang paling mainstream ditayangkan,  yaitu Sinetron.  Buat yang enggak punya Tv, sinetron itu sinema elektronik,  jadi semacam film pendek yang diulang berkali-kali dan terlalu di dramatisir atau meng-ada-ada-saja.  Sinetron itu mengajarkan kita untuk hidup berlebihan,  ibaratnya kalau dia bisa ngomong tuh,  kayak gini,

            ‘Hai anak indonesia,  mari mulai dari sekarang kita hidup berlebihan!  Ayo,  hidup berlebihan!’
            Kurang lebih seperti itu. 
            Film horor di Indonesia juga sama aja.  Enggak ada yang beres.  Berbanding 180 derajat sama film horor luar negeri.  Setan yang ditampilkan juga masih elite luar negeri.  Ambil contoh Vampire dia sesosok setan yang biasanya sih diperanin laki-laki memakai jubah hitam dan merah,  kulitnya bersinar bagai permata dan sangat mulus,  seperti bangsawan dan titik ke-serem-an-nya cuma ada ditaringnya yang seram.  Sedangkan di Indonesia?  Setan laki-laki ini kalau di Indonesia disebut Pocong.  Apa kerennya pocong?  Hanya seikat mayat dengan kain kafan yang udah buluk,  kulitnya udah pecah-pecah,  terkelupas dan keluaran darah,  itu bukan nyeremin,  tapi nge-jijik-in banget.  Gue sebagai rakyat sejati Indonesia,  ingin memajukan per-film-an di Indonesia.  Kebetulan gue orang yang kreatif,  banyak ide-ide bagus untuk membuat film.  Kenapa enggak bikin film?  Gue cuma butuh...  Dana.  Ini beberapa good ideas from me:

1.      Horor

-          Misteri lemari Zulfiqor.

Ya,  mungkin memang judulnya kurang menarik,  gue memang lemah dalam pemilihan judul.  Tapi tenang saja,  walaupun judul jelek,  isi filmnya tetap lebih keren dari film horor jaman sekarang kok.
Jadi ceritanya begini,  Zulfiqor itu nama sebuah kelas di salah satu sekolah.  Kelas itu hanya di huni oleh 9 murid.  Karna mereka angkatan pertama.  Karna kelas lumayan besar dan hanya dihuni oleh  9 murid,  kelas itu sangat sepi ketika beberapa anak sedang jajan atau keluar kelas.  Kelas itu di duga berangker sama anak-anak,  karna tiap kelas lagi sepi,  ada suasana berbeda dari kelas itu. 
Salah satu murid bernama Rama,  dia sedikit agak culun gitu,  dan selalu habis terbantai oleh kawan-kawannya.  Dia pernah disuruh masuk kedalam lemari yang ada di kelas itu.  Dia sudah berusaha menolak,  tapi apa daya,  dia tidak bisa melawan.  Dia masuk kedalam situ,  dan di-kunci-in sama teman-temannya.  Teman-temannya asik bermain,  sedangkan si Rama tetap berada didalam lemari,  ternyata mereka lupa akan Rama.  Rama terkunci 1 harian penuh didalam lemari,  dia merasakan ada yang aneh saat malam hari.  Kelas seperti ada yang menghuni seorang lelaki bertubuh kecil.  Lelaki itu tidak mau menampakkan mukanya kehadapan Rama.  Dia hanya duduk di salah satu bangku siswa,  Rama hanya bisa melihat dari bolongan kecil di lemari.  Esok harinya,  kawan-kawannya meminta maaf sebesar-besarnya kepada Rama dan keluarganya karna mereka terlalu berlebihan.  Rama menceritakan apa yang terjadi semalam.  Rama dan kawan-kawannya pun menyelidiki siapa itu.  Saat malam mereka melihat kedalam kelas melalui toilet didekat kelas mereka.  Saat mereka lihat... Ternyata itu... Satpam sekolah mereka yang enggak punya rumah dan biasa tidur dikelas mereka.  Amanatnya itu tentang,  jangan mau punya satpam yang enggak punya rumah.  Menarik bukan?.

2.      Asal-usul.

-          Dicta seringinem.

Jadi ada seorang gadis beranam Dicta Seringinem.  Jadi dia itu gadis culun yang suka jaga warung yang datang dari masa lalu.  Ceritanya tuh dia orang yang polos banget,  tiap salah,  dia langsung jongkok,   tangan disatukan seperti nari tor-tor lalu berkata ‘Ampun,  ndoro!’ setiap mau makan juga,  makanan dia remes-remes dulu ampe kayak bubur,  terus dia letakkan dilantai,  sambil bilang ‘meoong...’  ini orang apa kucing?. 
Tiba saatnya dia menjadi bos,  ketika itu,  salah satu konsumen perusahaannya kecewa sama produk milik perusahaannya,  sambil ngomel-ngomel,  konsumen itu bilang ‘Gimana sih!  Cacat bange!’ dengan polosnya,  Dicta berkata ‘Ampun,  ndoro!’  sambil melakukan gerakan anehnya. 
Saat makan malam,  Dicta iseng menanamkan tulang ikan mas yang baru saja dia makan.  Keesokkannya,  ada kolam dengan ikan mas didalamnya.  Enggak jelas?  Suka-suka gue,  gue sutradaranya.  Dicta bingung.  Dengan polosnya ikan itu dia goreng lagi.  Setelah selesai makan,  dia tanam lagi duri ikan mas itu tanah,  berharap esok ada lagi ikan,  agar dia dapat makan gratis.  Keesokkan harinya,  bukannya menjadi kolam dengan ikan mas,  tapi justru berubah menjadi danau toba.  Dengan pulau samosir ditengah-tengahnya. 
Dicta kaget.  Dicta terpukau.  Dicta kampungan.  Dicta mencari-cari,  tulang ikan mas kemarin itu menjadi apa.  Ternyata,  tulang ikan mas itu berubah menjadi seseorang laki-laki yang suka nyolong ikan dan durhaka sama ibunya.  Laki-laki itu bernama MalingIkan.  Ibunya MalingIkan sudah terlalu kesal sama si MalingIkan,  akhirnya si MalingIkan itu dikutuk,  saat pengutukkan berlangsung,  ada suara petir,  dan si MalingIkan berteriak ‘Tidaaaak!’.  Akhirnya dia berubah menjadi sebuah gunung yang berbentuk seperti perahu terbalik. 
Dicta kaget lagi.  Dicta terpukau lagi.  Dicta tetap kampungan.  Dia sekararang menanamkan biji kacang hijau dengan maksut ingin bercocok tanam.  Keesokan harinya,  kacang hijau itu justru salah kawin ama tumbuhan,  ia menghasilkan timun perunggu.  Saat timun itu dibuka oleh Dicta,  ternyata isinya Keong Perak.  Entah si kacang hijau itu kawin sama spesies apa.  Sampai-sampai keturunannya seperti ini. 
Akhirnya Dicta sadar.  Kalau dunia yang dia tempati itu selalu berakhir ajaib.  Akhirnya dia sadar kalau dia suka kaget.  Akhirnya dia sadar kalau dia mudah terpukau.  Akhirnya dia sadar kalau dia itu kampungan banget.  Akhirnya dia sadar,  Jokowi itu gubernur Jakarta. Amanatnya itu tentang,  dalam hidup itu selalu ada keajaiban yang kita tidak ketahui kapan kedatangannya.  Menarik bukan?.

3.      Sinetron

-          The hura-hura group.

Idih,  judulnya nge-geli-in-banget-sih?  Masih mending,  daripada Masih Di Bawah Umur?  Baru juga SMP.  Udah bisa ciuman,  pegangan tangan,  pacaran,  segala macam yang seharusnya enggak dilakuin anak SMP. 
Jadi ini menceritakan tentang 5 orang pahlawan.  Tunggu!  Sebelum gue melanjutkan kisah cerita ini,  gue harus meluruskan tanggapan lo semua dulu!  Ini bukan menjelaskan tentang pahlawan di Tutur Tinular ataupun pahlawan-pahlawan enggak jelas lainnya.
Kisah ini menceritakan tentang pahlawan modern yang bahkan HP nya aja BB.  Nama-nama pahlawan itu:
-The freak man
-Silauman snake
-He is a Blinded from Kolong Jembatan
-Ulala princess
-Kecoak women

Jadi ini menjelaskan tentang sekelompok pahlawan yang bergengsi tinggi.  Mereka bersahabatan sejak kecil.  Saat perang dunia ke VII,  mereka semua ikut bergabung dalam peperangan.  Namun sangat disayangkan,  saat perang,  si Kecoak Women tidak bisa bergabung,  dia akan dimasukkan ke dalam pesantren oleh kecoaktuanya (orangtua,  tidak,  itu salah,  ini  bukan orang,  tapi kecoak).  The Freak Men tidak bisa ikut,  karna kolor keberuntungannya lagi jemur (apa hubungannya sama kolor?  Aneh.  Namanya juga The Freak Men).  Mereka semua sedih,  sehingga saat peperangan,  mereka tidak mengeluarkan tenaga yang maksimal.  Akhirnya negara merekapun terbantai begitu saja.  Kolor si The Freak Men sudah kering... Bersambung.  Amanatnya itu tentang persahabatan yang erat gitu deh.  Menarik bukan?.

Loh,  loh,  loh,  kok begetooo? Namina oge sinetron.  Namanya juga sinetron. 

Itu adalah  beberapa good ideas from me,  setelah gue baca-baca,  anjrit,  ternyata itu the tolols ideas.  Tapi gue tetap bangga dengan karya gue.  Seenggaknya gue bisa jadi anak muda berkarya.  Setelah gue  pikir-pikir,  pasti banyak yang enggak suka atau enggak setuju sama ide gue.  Karna semua itu tolol.  Tapi gue tetap bersemangat untuk membuat ide-ide itu nyata.  Gue ngambil inti dari ini semua;  seorang produser atau sutradara,  tidak peduli apa kata orang tentang tanggapan bagaimana film yang mereka buat.  Mereka sudah terlanjur bangga dengan karya mereka dan benar-benar ingin membuat film itu tayang.  Namun,  banyak yang harus difikirkan ulang ketika kita membuat suatu film,  tentang,  apakah film itu bermutu atau tidak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar