16... Angka yang fenomenal banget buat gue.
Tanggal 16 itu, tanggal lahir gue dengan kakak kelas yang wow buat gue. Sebut saja Yuli Eri Susanti. Loh,
cewek? Emang. Kata siapa cowok? Kata siapa transgender? Kata siapa soekarno itu menteri ekonomi? Oke ini enggak jelas.
Gue 16 Maret, kalau kakak kelas wow gue itu 16 Juli. Hanya bulan yang membedakan. Tahun?
Iya itu juga beda. Dia lebih tua
dibanding gue. Gue masih muda unyu-unyu
gitu.
Tanggal 16 juga jadi awal gue dengan
kakak kelas gue yang wow itu
pedekate. Awalnya belum deket? Belum.
Kata siapa udah deket? Kita
dipisahkan oleh jarak... Sorry,
gue suka enggak konsen kalau udah ngebahas Long Distance Relationship gini,
lah?. Enggak jelas. Jadi gini,
awalnya tuh gue belum dekat-dekat banget ama tuh kakak kelas, gue hanya sebatas tau dia siapa, dia siapa?
Dia Yuli Eri Susanti. Dia
siapa? Siapa dia? Gue dimana?
Ini laptop siapa? Sorry, gue kebanyakan minum air sawah.
Saat itu gue ada tugas dari sekolah
untuk presentasi tentang sekolah gue ini,
buat promosi gitu, karna sudah
mendekati kenaikkan kelas, presentasi
with english language. Kok bisa? Bukan berniat untuk sombong atau apa, tapi memang,
gue di-anugerah-kan kecerdasan lebih dalam berbahasa inggris. Sehingga,
bagi gue, untuk membedakan mana english pure pengetahuan dari belajar, dan mana english
pure hasil google translate.
Terus? Enggak jelas. Gue yang enggak tau apa-apa, tiba-tiba disuruh presentasi hari itu
juga, pagi itu juga, saat tau,
gue serasa terpilih sebagai orang yang dapat liburan ke Jepang disaat
Jepang sedang dilanda gempa 11 skala.
Gue diantara tersanjung karna bisa jadi pilihan dan sedih karna gue gak
dikasih kesempatan buat latihan. Gue
disuruh guru gue buat pilih 1 teman untuk dijadikan rekan kerja gue dalam
presentasi, gue bingung, gue pengen ngajak orang yang gie taksir, si Pratama,
karna kebetulan dia rival gue yang bahasa inggrisnya saat UAS
mendapatkan nilai 100. Gue iri... Belum sempat memilih, tiba-tiba saja kakak kelas itu masuk kedalam
kantor untuk menyerahkan something ke salah satu guru, dan dia lah yang ditunjukkan sebagai rekan
gue saat presentasi. Kebetulan
kosmos, kebetulan yang direncanakan oleh
alam semesta.
Sebenarnya hari
sebelum-sebelumnya, gue lagi ada masalah
ama dia. Entah kenapa, gue merasa dia terlalu dekat dengan orang
yang gue taksir, Fak men... Kenapa harus
orang yang gue taksir?. Kerja sama
sangat dibutuhkan untuk presentasi ini,
gue mempersiapkan segalanya dengan dia,
setelah kerja sama, akhirnya kita
berangkat hari itu juga ke 3 sekolah.
Alhamdulillah, Tuhan masih sayang
sama gue, hari itu berjalan dengan
lancar. Hari itu juga menjadi awal
kedekatan gue dengan kakak kelas paling wow. Gue sama dia semakin dekat dihari-hari
selanjutnya, sampai sekarang.
Tanggal 16 Juli bukan cuma jadi
tanggal lahir dia aja, tanggal 16 Juli
juga jadi tanggal lahir kakak kelas amazing buat gue, orang yang gue taksir, si Pratama.
Haha, katanya sih dia lahir
pagi, sedangkan kak Yuli lahir
sore. Kenapa bisa, ada 2 orang yang lahir dihari yang sama, dan seperti dititipkan kepada gue sebagai 2
berlian berharga yang benar-benar gue sayangi sehingga gue harus menjaga mereka
berdua? Alam yang mengaturnya.
Tepat 16 Maret kemarin, gue berulang tahun, hore... .
Baru pagi-pagi, nyokap yang
kebetulan lagi buka facebook, ngeliat gue ulang tahun, dia baru ingat ketika ngeliat itu, dan langsung memberikan kata ‘selamat
ulangtahun’ kepada gue, sadis. Bokap menyusul. Lalu si Dafa,
adik kecil gue yang kebanyakan mengasup film Power Ranger ini, mengucapkan dengan freaknya, dengan kata ‘selamat tahun’ lalu pergi begitu
saja karna ingin sekolah. Gue sempet
geli sendiri ngeliatnya, gue lanjut
tidur.
Gue bangun, gue baru ingat hari itu paskibra. Gue langsung melata kearah kamar mandi, dan bersiap-siap menuju sekolah untuk
paskibra. Dari awal gue bangun, seperti sabtu-sabtu sebelumnya, gue cuma berharap si Pratama dateng dan
ngeliat gue paskib. Gue buru-buru
berangkat.
Saat sampai disekolah, gue dapet pelukan hangat dari kawan gue, emak-emak pasa rempong, si Delfi.
Pelukan hangat dengan disusul oleh kata ‘selamat ulang tahun mika’. Gue sangat bangga saat itu. Disusul dengan motivator semok di kelas, Chelsy.
Lalu si Wafa yang saat itu lagi cengengesan sambil sms-an ngomong ‘happy
birthday mika’. Lalu si Fincha, yang dengan kampretnya, ngomong ‘gue gak mau ah, gak mau, ngapain!’
gue tersenyum simple dan menjawab ‘haha,
caca masih dendam waktu itu gue kacangin pas ulang tahun.’ Kampretnya,
anak paskibra enggak ada yang ngomong kalau hari ini enggak paskib. Mereka datang dengan baju bebas, sedangkan gue dengan seragam paskibra.
Tidak lama kemudian, satu per satu dari mereka pulang, gue bersisa dikelas berdua sama kak
Farah. Gue emang enggak mau pulang saat
itu. Kenapa? Gue masih berharap si Pratama yang lagi
ngumpul ama temennya, mau ngucapin
‘happy birthday’ ke gue secara
langsung. Hanya berharap. Gue terus memandanginya lewat jendela, ketika dia sedikit melirik atau melihat ke
gue, gue dengan saltingnya, menutup jendela. Begitu juga yang gue lakukan saat dia lewat
depan jendela. Tiba-tiba aja dia pulang
bareng temennya, si Awan. Apa?
Pulang? Gue yang setengah mati
berharap dia mau ngucapin langsung saat itu,
langsung rapuh bagaikan papan nisan dimakan rayap. Gue pasrah.
Disusul dengan kak Yuli. Dia membawa kado untuk gue. Gue mengucapkan ‘Are you sure? Hah? Yes?
Haha, Thank you.’ Tidak lama kemudian, gue diajak kak Farah pulang naik motor mio
berwarna birunya. Gue meninggalkan
sekolah dengan sejuta harapan si Pratama balik dan nyariin gue buat ngucapin
‘happy birthday’ ke gue.
Sesampainya dirumah, gue menunggu-nunggu sms dari Pratama. Apakah dia akan mengucapkannya? Atau dia lupa?. Dengan pasrahnya, gue yang saat itu merasa benar-benar bosan
dan kecewa karna tidak banyak yang ingat dengan ulangtahun gue hanya bisa
belajar PKN dan Bahasa Indonesia, karna
senin, PKN dan Bahasa Indonesia lah yang
akan di UTS-kan. Terus menunggu, belajar mana yang tenang, saat ulangtahun lo benar-benar enggak ada
yang istimewa, ditambah lagi, lo cuma bisa berharap orang yang lo taksir
ngucapin, menurut lo?.
Sampai pada akhirnya, pukul 16:35
HP gue berdering, gue yang saat
itu bukannya belajar tapi malah baca komik sambil tiduran. Nge-cek HP gue, gue baca sms-nya. Pengirimnya dari ‘Zulfiqor-Someone’ Zulfiqor itu nama kelasnya si Pratama, dan Someone itu istilah yang gue beri
kedia. Gue langsung bangun dari
tiduran. Gue ngecek kalimatnya, ternyata isinya seperti ‘Ciee yg hari ini
ulang tahun :P happy birthday ya.. :P semoga tambah pinter ,rajin,sholehah, dan
tambah gede matanya :P’ lo pikir aja gimana perasaan gue saat itu.
Gue langsung salah tingkah setengah
mati, gue lompat-lompatan didalam
kamar, seolah-olah tempat tidur gue
adalah trampoline. Gue dengan sok cuek (padahal mah sayang
banget itu) menjawab ‘Makasih :) seharusnya saya yang do’a begitu -_-‘ kenapa gue jawab gitu? Karna sesungguhnya, mata dialah yang sangat lebih kecil dibanding
gue. Seharian penuh gue cuma ditemenin
sms-an ama dia. Gue cuma dirumah hari
itu. Saat ulangtahun ditemenin sms-an
seharian penuh sama orang yang lo taksir,
menurut lo?.
Hari ulangtahun itu benar-benar jadi
hari berharga buat gue, gue enggak
pernah sesenang saat ini. Bisa bercakap
dengan orang yang gue udah lama taksir,
haha, gue bangga banget saat
itu. Sampai-sampai si Pratama kebawa ke
mimpi gue saat malam itu.
Ya begitulah...
Sampai
saat ini, angka 16 itu masih berasa
seperti angka specta buat gue.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar